Ternyata ada hubungan antara manik-manik dan kesehatan mata kita loh....
Latihan ini melatih kedua mata agar terpusat ke sebuah benda sasaran. Ini juga melatih otak untuk menggunakan kedua mata secara beruama-sama. Ambil benang sepanjang kira-kira 180 cm, masukkan ke dalam lubang tiga buah manik-manik yang mempunyai warna berbeda. Ikat salah satu ujung benang ke dinding dengan ketinggian sejajar mata, sedangkan ujung yang lain nanti Anda pegang di depan hidung. Geser salah satu manik-manik ke ujung dekat dinding, tempatkan manik-manik kedua pada jarak sekitar 120 cm dari hidung, sedangkan yang ketiga pada jarak sekitar 40 cm dari hidung.
Arahkan pandangan Anda ke manik-manik yang paling jauh. Anda akan melihat bayangan dua buah benang membentuk huruf V dengan manik-manik sebagai pusat. Pindahkan arah pandangan Anda ke manik-manik di tengah. Perhatikan huruf X yang terbentuk oleh bayangan benang dengan manik-manik tengah sebagai pusat. Kemudian pindahkan lagi pandangan Anda ke manik-manik paling dekat, dan saksikan huruf X yang serupa. Pindahkan pandangan Anda dari manik-manik sate ke yang lain dengan cepat, dan jangan lupa memperhatikan huruf V atau X yang terbentuk.
Apabila kedua mata Anda bekerja sebagai sebuah tim, Anda selalu harus menyaksikan dua bayangan benang saling menyilang ketika memusatkan perhatian Anda ke salah satu manik-manik. Jika mata Anda tidak bekerja sama, Anda akan menyaksikan pola-pola yang berbeda atau hanya sebuah benang.(www.kompas.com)
mau coba?
Senin, 09 Juni 2008
Kamis, 29 Mei 2008
bunga kering
Ngabean: Bunga kering dan suvenir dari bahan alami
Bunga menambah keindahan dan keasrian ruang tamu kita. Tapi terkadang kita merasa repot jika harus mengganti air maupun bunga tersebut tiap hari. Untuk itu sekarang banyak toko-toko yang menjual bunga yang terbuat dari plastik dan bahan alami, agar kita tidak terlalu repot mengganti bunga yang asli tiap hari karena sudah layu. Saat ini bunga yang terbuat dari bahan alami atau yang sering disebut bunga kering, banyak penggemarnya. Selain harganya yang terjangkau, bunga tersebut bentuknya unik dan bahan yang digunakan tergolong ramah lingkungan.
Para perajin di daerah Ngabean, Triharjo, Pandak, Bantul membaca akan peluang usaha tersebut. Mereka kemudian membuat beraneka macam kerajinan bunga kering. Selain itu mereka juga memanfaatkan sisa-sisa bahan bunga kering menjadi berbagai macam souvenir antara lain pensil, gantungan kunci dan hiasan dinding. Bahan-bahan yang digunakan antara lain bunga cemara, sogo telik, serat pohon pisang, serabut kelapa, pasir pantai, sisa gergaji, biji-bijian dan masih banyak yang lainnya.
Untuk masalah pengadaan bahan baku tidak menemui banyak kendala. Karena bahan-bahan tersebut mudah didapatkan di sekitar daerah Bantul. “ Di Ngabean ini terdapat sekitar 60 perajin. Rata-rata tiap perajin bisa menghasilkan 100 bunga kering dan 500 souvenir tiap harinya,” ujar Gunawan (24) sebagai salah satu pengurus karang taruna di Ngabean.
“Untuk saat ini pemasaran bahan kerajinannya melalui satu pintu, yaitu lewat karang taruna Ngabean yang dikenal dengan nama ‘Belia’. Hal ini sudah di sepakati perajin di daerah ini, agar tidak terjadi persaingan yang tidak sehat antar perajin di Ngabean,” Tutur Ely (23) salah satu anggota karang taruna Ngabean kepada Bantulbiz.com. Harga yang ditawarkan sangat murah tergantung dengan model, bahan dan ukurannya. Untuk gantungan kunci dan pensil harganya berkisar Rp 750 – Rp 1.500, sedangkan bunga kering berkisar antara Rp 1.000 – Rp 5.000 tiap bijinya. Tiap harinya bisa terjual sekitar 1000 buah.
28 Januari 2005 www.bantulbiz.com
Bunga menambah keindahan dan keasrian ruang tamu kita. Tapi terkadang kita merasa repot jika harus mengganti air maupun bunga tersebut tiap hari. Untuk itu sekarang banyak toko-toko yang menjual bunga yang terbuat dari plastik dan bahan alami, agar kita tidak terlalu repot mengganti bunga yang asli tiap hari karena sudah layu. Saat ini bunga yang terbuat dari bahan alami atau yang sering disebut bunga kering, banyak penggemarnya. Selain harganya yang terjangkau, bunga tersebut bentuknya unik dan bahan yang digunakan tergolong ramah lingkungan.
Para perajin di daerah Ngabean, Triharjo, Pandak, Bantul membaca akan peluang usaha tersebut. Mereka kemudian membuat beraneka macam kerajinan bunga kering. Selain itu mereka juga memanfaatkan sisa-sisa bahan bunga kering menjadi berbagai macam souvenir antara lain pensil, gantungan kunci dan hiasan dinding. Bahan-bahan yang digunakan antara lain bunga cemara, sogo telik, serat pohon pisang, serabut kelapa, pasir pantai, sisa gergaji, biji-bijian dan masih banyak yang lainnya.
Untuk masalah pengadaan bahan baku tidak menemui banyak kendala. Karena bahan-bahan tersebut mudah didapatkan di sekitar daerah Bantul. “ Di Ngabean ini terdapat sekitar 60 perajin. Rata-rata tiap perajin bisa menghasilkan 100 bunga kering dan 500 souvenir tiap harinya,” ujar Gunawan (24) sebagai salah satu pengurus karang taruna di Ngabean.
“Untuk saat ini pemasaran bahan kerajinannya melalui satu pintu, yaitu lewat karang taruna Ngabean yang dikenal dengan nama ‘Belia’. Hal ini sudah di sepakati perajin di daerah ini, agar tidak terjadi persaingan yang tidak sehat antar perajin di Ngabean,” Tutur Ely (23) salah satu anggota karang taruna Ngabean kepada Bantulbiz.com. Harga yang ditawarkan sangat murah tergantung dengan model, bahan dan ukurannya. Untuk gantungan kunci dan pensil harganya berkisar Rp 750 – Rp 1.500, sedangkan bunga kering berkisar antara Rp 1.000 – Rp 5.000 tiap bijinya. Tiap harinya bisa terjual sekitar 1000 buah.
28 Januari 2005 www.bantulbiz.com
apapun bisa jadi cantik
apapun bisa jadi cantik
aku pernah buat kalung dari koran ...
jadi cantik tuh...
aku pernah buat vas bunga dari botol bekas madu yang ampir aja dibuang ibuku ke tong sampah...
jadi cantik tuh...
pernah juga mungut ranting-ranting kering n kuselipkan di antara kumpulan bunga kering dari kulit jagung...
hm...cantik juga...
taplak meja dari kain perca?
bikin ruang tamu jadi beda...
dan cantik tentunya...
apapun...bisa cantik...
hanya butuh niat...
dan kreativitas...
aku pernah buat kalung dari koran ...
jadi cantik tuh...
aku pernah buat vas bunga dari botol bekas madu yang ampir aja dibuang ibuku ke tong sampah...
jadi cantik tuh...
pernah juga mungut ranting-ranting kering n kuselipkan di antara kumpulan bunga kering dari kulit jagung...
hm...cantik juga...
taplak meja dari kain perca?
bikin ruang tamu jadi beda...
dan cantik tentunya...
apapun...bisa cantik...
hanya butuh niat...
dan kreativitas...
Langganan:
Postingan (Atom)